Mengenal Lebih Jauh Bahasa Lampung

Dalam Encyclopaedie van Nederlands Indie dikatakan bahwa bahasa derah Lampung adalah bahasa yang dipergunakan di daerah keresidenan Lampung, di daerah Komering yang termasuk dalam keresidenan Palembang dan di daerah Krui. Menurut van der Tuuk, bahasa Lampung dapat dibagi dalam dua induk dialek, yaitu dialek Abung dan dialek Pubiyan, namun Dr. Van Royen membagi bahasa daerah Lampung dalam dua dialek, yaitu dialek api dan dialek nyou.
Sebenarnya dalam bahasa sehari-hari kita dapat membedakan antara dialek yang ucapannya banyak memakai kata-kata “a” dan banyak menggunakan kata-kata “o” atau “ou”. Dialek “a” kita golongkan dalam “Belalau”, sedangkan dialek “o” atau “ou” kita golongkan dalam dialek “Abung”.
Sebagai contoh perbedaan dari kedua dialek itu, perhatikan kata-kata berikut:

Dialek Belalau (A) Dialek Abung (O) Indonesia
api… nyou… apa…
haga.. agou.. mau..
jelma.. jemou.. orang..
sina.. enaou.. itu..
cawa.. cawou.. kata..
raja.. rajaou.. raja..

Contoh dalam bentuk kalimat:

Dialek A : Kak saka ngakalinding haga bancong nyak rabai, mak hina gering nuntun bunga di tangkai.

Dialek O : Kak sakou ngekelinding agou bacceng nyak ghabai, mak inou atei buguh ngebekem di tangkai.

Indonesia : Sudah lama mendekat ma uterus terang saya takut, tak demikian hati ingin mengenggam bunga di tangkai.

Sebenarnya antara kedua dialek itu tidak begitu banyak terdapat perbedaan. Dialek yang banyak dipakai adalah dialek A. Yang sedikit agak lain dalam ucapan ialah percampuran antara dialek A dan O yang karena pengaruh setempat lalu menjadi dialek (seperti dialek Jakarta). Hal ini tampak pada bahasa Kayu Agung.

Dari kedua dialek itu, Walker membedakan antara dialek Abung dan Peminggir, dengan mengatakannya sebagai berikut:
“The two dialects may be farther subdivided. Abung has two sub-dialects which are very close in vocabulary, but with some phohological differences: Abung and Menggala. Pesisir may be divided into four sub-dialects: Komering, Krui, Pubiyan, and amiscellaneous grouping in the southern areas”.

Oleh karena Walker membagi sub-dialek itu menurut lokasi daerah, maka sub-dialek bahasa Way Kanan dan Sungkai tidak disebutnya. Dengan masih mengingat pembagian Van Royen, maka bahasa daerah Lampung kita bagi dalam dialek dan langsung dengan perbedaan adat istiadat masyrakat, seperti berikut:

Bahasa Lampung
1. Dialek A (Belalau)
A. Beradat Peminggir
a. Melinting Maringgai
b. Pesisir Rajabasa
c. Pesisir Teluk
d. Pesisir Semangka
e. Pesisir Krui
f. Belalau/ Ranau
g. Komering
h. Kayu Agung
B. Berdat
a. Way Kanan
b. Sungkai
c. Pubiyan

2. Dialek O (Abung)
A. Beradat Pepadun
a. Abung
b. Tulangbawang

Bahasa Lampung ini sekarang hanya merupakan bahasa kerabat yang terbatas pemakaiannya, yaitu hanya dipakai di rumah, di kampung-kampung penduduk asli antara sesamanya, dan di waktu permusyawaratan adat.
Banyak anak-anak muda Lampung di kota-kota besar sudah tidak lagi menggunakan bahasa derahnya, dan hanya memakai bahasa Indonesia saja.

Bahasa Lampung tidak mempunyai tingkatan-tingkatan perbedaan dalam pemakaian bahasa seperti bahasa Jawa, melainkan seperti bahasa Belanda yang hanya cukup mengganti kata ganti orang dalam pembicaraan antar sesama orang muda, antara orang yang muda dengan orang tua, atau antar sesama orang tua.

Untuk menunjukkan sopan santun dalam pembinaan dengan orang tua, cukup melemahkan ucapan.

PENGARUH BAHASA MELAYU (INDONESIA)

Bahasa Lampung sesungguhnya bahasa Melayu juga, tetapi karena dialek bahasanya lain, maka sukar untuk dipahami bahasa dari daerah Sumatera Selatan atau Minangkabau dari pada memahami bahasa Lampung atau bahasa Batak. Di dalam peta bahasa daerah Indonesia, bahasa Lampung merupakan kelompok dialek yang termasuk pula dialek Rejang Bengkulu.

Sebenarnya di masa sekarang sudah banyak bahasa Melayu (Indonesia)

Sumber: Adat Istiadat Daerah Lampung . Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Proyek Inventarisasi dan Dokumentasi Kebudayaan Daerah . 1983

About these ads

Tentang blog mahasiswa lampung UNJ

merupakan perkumpulan mahasiswa Lampung Universitas Negeri Jakarta

Posted on Mei 10, 2010, in Uncategorized. Bookmark the permalink. 1 Komentar.

  1. blog mahasiswa lampung UNJ

    yes, thank you…salam kenal

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 59 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: